Why Nasyrul Fu’adz..?!?@#$


Ibuku senantiasa mewanti-wanti aku ” roel, janganlah kau hidup hanya mengandalkan kebaikan orang….tersiksa rasanya nanti jika kau banyak berhutang budi pada orang lain”

lalu ibuku berujar lagi “tapi roel, hiduplah kau dengan banyak membantu orang lain…usahakan setiap langkah dan nafasmu untuk membantu yang lain, terutama mereka yang sedang membutuhkan atau kesusahan”

saya hanya bisa terdiam setiap kali mendengar nasihat ibuku itu. saya mencoba memahami maksud dari ibuku itu. seringkali saya bertanya-tanya sendiri, jikalau semua ibu di dunia itu menasehati anaknya seperti itu, dan lalu setiap anak itu mengikuti nasehat ibunya, maka sudah kebayang bagaimana nantinya? maksudnya siapa yang akan membantu siapa? sebab setiap orang akan menahan diri untuk dibantu orang lain, karena takut terhutangi budi.

tapi, saya mencoba melihat realitas ternyata sulit sekali dalam hidup ini untuk tidak meminta bantuan orang lain…akhirnya saya berkesimpulan bahwa titik tekan ibuku itu lebih pada bagaimana mengisi hidup ini, yaitu untuk tidak terlalu mengobral permintaan bantuan. selama kita punya kuasa untuk melakukan sesuatu sendirian, sudah seharusnya untuk tidak menyusahkan orang lain atau malah investasi hutang budi.

suatu waktu saya bertanya pada ibuku, “mah, kenapa selalu ngomongin masalah itu?

ibuku menjawab “karena itulah Bapak dan mamah memberikan nama kamu NASYRUL FU”ADZ” lalu ibuku meneruskan… “Nasyrul itu seharusnya tertulis Nashrul dari asala kata bahasa arab nashr artinya pertolongan, hanya saja waktu membuat akte lahir ada kesalahan dari dinas capil sehingga tertulis Nasyrul, sehingga semua dokumen penting sejak kamu balita tertulis Nasyrul. sedangkan kata Fu’adz berarti hati terdalam yang berbeda dengan kalbu dalam bahasa arab. Fu’adz lebih menitikberatkan pada emotional quetion sedang kalbu cenderung banyak keterlibatan rasionalitas..”

oleh karena itu..lanjut ibuku….”Bapak-Mamah berharap agar kamu kelak setelah dewasa senantiasa berbuat sesaui namamu..dimanapun kamu berada, dalam kondisi bagaimana pun, ingatlah kamu menyandang tanggung jawab besar namamu..kamu harus punya hati yang selalu siap untuk menolong siapapun selama memang masih dalam koridor keyakinan agamamu”

oh Tuhan..betapa berat saya menyandang nama ini…menyandang amanah dan harapan orang tua…tapi Tuhan, saya berjanji untuk mewujudkan itu sesuai kemampuan saya…kan sesuai dengan petunjukMU bahwa tidak akan membebani mahluknya melebihi kadar kemempuannya…semoga saya diberi kekuatan untuk berbuat semaksimal atau optimal mungkin untuk mewujudkan amanah dari nama yang disandang dan juga harapan dari orang tuaku…semoga saja..amieeen…

Responses

  1. iya aku ingat fuadz adalah orang yang slalu menolongku
    apalagi waktu bayi dia adalah pemenang bayi sehat…

  2. waaaahhhhh…masih inget aja cerita itu…hik…hik….

  3. Ayah dan Ibumu orang cerdas. smoga kau bisa menjalankan prinsip namamu. Bagaimana asal panggilan ”ACUY”. Pelarian ya?…

  4. maaf ini cp ya? koq th nama kesayanganku..!

  5. masih ingat saya tidak roel, kala itu km masih kecil,….

  6. duh sae cerita na..!!!

  7. Subhanalloh,,, smgt . . sama2 mengemban amanah. .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: