Oleh: Fu'adz Al-Gharuty | 23 November 2008

Krisis Ekonomi Global


menurut berita MetroNews bhw 20.000 karyawan di seluruh Indonesia sekarang terancam di PHK dan atau dirumahkan…bahkan sekitar 7000-an di Jabar sudah dirumahkan….gimana nasib masyarakat kita ini jadinya?

resesi ekonomi dunia yang dimulai di Amerika ini, namapknya sudah mulai mengimbas ke kita, hal ini sepatutnya harus segera disikapi dengan bijak, baik, cepat dan tepat, oleh penmerintah dan tentunya kita sebagai warga bangsa ini. namun yang jadi persoalan sekarang adalah apa yang mesti kita lakukan? bagaimana caranya? kalo pemerintah sih sudah jauh-jauh hari melakukan berbagai upaya preventif dan sekaligus action terhadap kondisi terkini…tapi kita sebagai masyarakat bagaimana?

perlu dimaklumi, daya beli masyarakat kita dari dulu juga gak perbah bisa menyaingi jepang dan amerika, malah negeri tetangga kita pun berada di atas kita..hal ini tentunya harus dijadikan bahan untuk mencari solusinya…maksudnya pendapatan ekonomi masyarakat kita yang dibawah rata-rata pada proses selanjutnya menyebabkan cara berfikir/mindset masyarakatnya pun tidak lebih baik. apalagi masyarakat kita yang cenderung lebih mengutamakan urusan perut ketimbang yang lain, hal ini bisa menghambat upaya pemerintah dalam menjawab masalah resesi ekonomi global ini.

sebagai contoh, munculnya SKB 4 menteri yang coba mengantisipasi gejala memburuknya atmosfer perindustrian kita sebagai efek domino dari krisis global, dengan mencoba memberikan kewenangan yang lebih besar kepada para pengusaha untuk memformat ulang sistem pengupahan buruh, ternyata mendapat penolakan cukup keras dan sporadis dari para buruh diberbagai pelosok tanah air. kata pemerintah sih, SKB 4 Menteri ini sebagai solusi terkini guna meminimalisir kebangkrutan industri kita karena tidak mampu menggaji karyawan yang jumlahnya begitu banyak, dengan disesuaikan dengan UMR yang sebelumnya dipatok pemerintah. nah sekarang UMR itu ga lagi jadi patokan resmi para pengusaha dalam sistem pengupahan buruh. sehingga para pengusaha punya kebebasan dalam menentukan besaran gaji karyawannya sesuai dengan kemampuannya.

ide diatas kalo dilihat dari perspektif penyelamatan dunia usaha/industri kita memang masuk akal. tapi dalam perspektif buruh hal itu sangat merugikan, karena resesi ekonomi ini tentunya akan menyebabkan harga-harga dipasaran lebih tinggi, sehingga diperlukan daya beli yang tinggi pula. sedangkan mereka gajinya malah diturunkan/dipotong dari gaji sebelumnya, tentunya bukannya mampu menghadapi kondisi sekarang yang gonjang-ganjing, alih-alih malah menyebabkan angka kemiskinan semakin membengkak.

tapi kita semua perlu berpikir lebih dalam, keras dan bijak lagi. mana yang madharatnya lebih sedikit, itu yang mesti kita ambil. singkirkan dulu pembicaraan tentang yang maslahatnya, sebab menganalisa dengan berpatokan pada sisi madharat itu lebih bagus.

yang paling menyedihkan dari keadaan perekonomian dunia dan bangsa ini adalah, bagaimana nasib dunia pendidikan kita ke depan? beberapa waktu lalu pemerintah lewat dikna sudah berjanji untuk siap menjalankan undang-undang tentang anggaran 20% dari APBN untuk pendidikan. sekarang kondisi negeri ini sedang tidak menentu, apakah program tersebut bisa diwujudkan dalam kondisi seperti ini? walla hu’alam…….

beberapa waktu lalu Wapres bilang masih PD untuk melaksanakan program tersebut karena itu kewajiban pemerintah. semoga saja ke-PD-an wapres ini benar-benar bisa diwujudkan. gimana nasib anak bangsa ini ke depan jika anggaran pendidikan masih seperti dulu, sehingga dunia pendidikan jalan ditempat, kalah sama negeri tetangga. apakah kita mau selamanya jadi kroco?

mudah-mudahan ke depan kita mampu mencetak anak bangsa berkaliber internasional sehingga membawa harum nama bangsa serta menyejahterakan masyarakat. namun hal itu bergantung dunia pendidikan sekarang, makanya anggaran pendidikan harus tetap sesuai amanat undang-undang. biarlah kita mengencangkan ikat pinggang dulu untuk saat ini, karena nanti kita bisa memetik buahnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: