Oleh: Fu'adz Al-Gharuty | 11 Juni 2009

Manohara…NO; Siti Hajar…hajar Malaysia….


Selama beberapa minggu terakhir ni pemberitaan di TV di dominasi oleh isu2 hangat seputar politik atau yang lainnya tp tetap disangkut pautkan dengan politik. tersiar sperti isu Pilpres dgn pernak-perniknya, kasus Manohara vs pangeran Kelantan, kasus Prita vs RS.OMNI, Alutsista TNI, dll.

khusus kasus Manohara, awalnya sy mmg tertarik karena brkaitan dgn kehormatan anak bangsa terlebih lagi dibarengi pula dgn isu ambalat yg makin panas. rasanya ingin panggul senjata berangkat ke malaya sambil dengerin pidato bung Karno spanjang jalan (bukan lagu bimbo lho).

tapi..msh di tahap awal2 saja isu manohara brkembang, sy sdh tdk lg ambil pusing krn terkesan dipolitisir dan hnya demi keuntungan pribadi/keluarga dia dengan mencoba melibatkan slrh komponen bangsa. memanfaatkan kegundahgulanaan sebagian besar rakyat RI atas ketidakberdayaanya melawan kesewenangan malaysia, Ibu manohara brhasil menghipnotis masyarakat, bahkan tak tanggung2 politisi sebesar wiranto pun ikut terlibat. kalo pd masalah ambalat, sy sepakat kita mesti bersikap tegas dan keras, shgga mmberi perhatian penuh pun wajar pada isue ini, tapi khusus manohra sy jd mengernyitkan dahi…
persoalan KDRT mmg tetap harus diselesaikan scr hukum, tp ingat pula, masalah intern keluarga jgn sampai mengatasnamakan negara. bahkan kita diajari jg bhw jika ada percekcokan di intern keluarga, ortu kita dan mertua pun diusahakan jgn sampai tahu apalagi orang lain!
kasus manohara trlalu jauh melibatkan anak bgs kdlm urusan rumahtangga…sy pikir bisa diselesaikan scr hukum hanya dlm lingkup yg lebih kecil dibanding saat ini.

….dan yang paling memilukan lagi bagi saya adalah justru ditengah hangat dan boomingnya isu Manohara, ada anak bangsa kita yang lain -Siti Hajar- mengalami penderitaan dan kesengsaraan yg teramat dalam dan mengenaskan. ini hubungan majikan-buruh, bukan pasutri.
Siti Hajar dan TKW2 kita yg ada di Malaysia, nasibnya jauh lebih buruk dari Manohara. tapi mengapa media kita kurang memblowup kasus itu? apakah karena terlalu seringnya kasus serupa terjadi shgg malas dan bosan mmberitakannya? atw krn persoalan rating tayangan saja yg kurang marketable, karena Mano seorang Model? anak orang kaya? istri pangeran Kelantan? sedang Siti hajar dan TKW yang lain hanya manusia biasa spt kita…
kurang ajar sekali media kita, komponen bangsa yg lain yg lbh mementingkan Manohara, dan juga tentunya majikan2 yg menyiksa para TKW kita. bagamana hati ini tidak pedih menyaksikan ketidakadilan ini, sementara Manohara krn pengalaman traumatisnya malah dia bisa bergelimang harta dan mdpt popularitas dgn jd model dan artis di indonesia…sementara pr TKW kita yg sudah cacat (itu msh beruntung ketimbang yg pulang nama saja) pulang balik ke indonesia tdk dpt berbuat apa2, jangankan harta, popularitasnya sj hanya sesaat. adilkah kita membiarkan hal ini terus terjadi dan terjadi..lanjutkan…sebel jadinya…

apa yang diberikan manohara pd bangsa ini selain mencoba berbagi kesedihan saja, sdg kemapanan dan kenyamanan dia selagi jadi suami pangeran dan sekarang jd artis di negeri ini tdk pernah ikut dirasakan oleh rakyat negeri ini…(mgkin bg sbagian laki2 bhw kecantikannya itu bisa disbt kontribusi ya)
tapi lihat saudaraku…para TKW/TKI kita itu penyumbang Devisa sangat besar pd bangsa ini, bahkan melebihi sumbangan devisa dari bea cukai eksport tekstil yg terkenal itu. seperti hal nya kpd para guru yg sll dininabobokan dgn slogan pahlawan tanpa tanda jasa agar tak byak menuntut, begitupun juga TKW dibilang pahlawan devisa negeri ini hanya cukup smp disitu, perhatian pemerintah sgt sedikit. pemerintah sll cuci tangan dgn menyerahkan dan menyalahkan para PJTKI. mana keberpihakan pada rakyat kecil? mana perjuangan kaum marhaenis?

kita yang msh diberi kesadaran untuk berpikir dan bertindak, sdh selayaknya mengambil sikap yg tegas terhadap keadaan ini. bahkan kalo perlu kita ucapkan terima kasih juga kpd malaysia yg dengan sgl kearoganan dan kesewenangan rakyatnya trhdap para TKI, kearoganan negaranya thd kasus ligitan-sipadan-ambalat, akhirnya menyadarkan kita akan arti pentingnya kedaulatan, akan arti pentingnya harga diri bangsa-negara, akan tingginya nilai perjuangan dan pembelaan terhadap hak-hak kemanusiaan terlebih perlindungan terhadap warga sendiri…terima kasih malaysia, kau telah membuat kami sadar akan ketidak berdayaan kami, selama ini kami terbuai dgn dongeng2 tentang bagaimana kalian belajar kpd guru2 yang berasal dari negeri kami, dan sekarang muridnya jauh lebih pintar dan makmur serta kuat drpd gurunya…

haruskah kita terseret dalam Ganyang malaysia jilid II…?!?!?!?

Older Posts »

Kategori