Oleh: Fu'adz Al-Gharuty | 8 Maret 2009

Pengaruh Media Massa Terhadap Perubahan Sosial


P r o l o g
Komunikasi ada dimana-mana; di rumah, di kampus, di pasar, di mesjid, di mana saja. Sebagian besar kehidupan kita dihabiskan untuk berkomunikasi, dan bahkan komunikasi yang dilakukan menentukan kualitas kehidupan kita dan atau masyarakat.
Dengan komunikasi akan membentuk kesalingpengertian, menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang, menyebarkan pengetahuan dan pengalaman, dan bahkan membangun serta melestarikan sebuah peradaban. Namun dengan komunikasi pula kita mampu menciptakan kondisi yang kontradiktif dengan kondisi di atas. Begitu pentingnya komunikasi bagi kita, begitu akrabnya ia dengan kita, sampai-sampai kita merasa tidak perlu lagi mempelajarinya lebih jauh dan dalam lagi. Tentu saja lintasan pemikiran seperti itu merupakan kekeliruan yang fatal, sebab sesungguhnya dengan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang (individu) atau masyarakat, akan mempunyai efek sangat besar bagi kekinian dan masa depan individu atau masyarakat tersebut.
Karakter komunikasi (ilmu) –semenjak lahirnya, telah menjadi kebutuhan manusia di dalam mempertahankan hidup bermasyarakat. Tanpa komunikasi, tidak mungkin suatu individu/masyarakat dapat menyetakan idea, cita-cita, kehendak, dan perasaan terhadap individu/masyarakat yang lain (Sumarno, 1995)
Komunikasi adalah jiwanya interaksi sosial, demikian kata Laswell. Ebiquitas (sifatnya yang ada dimana-mana) komunikasi telah menjadikannya menarik untuk dikaji dalam perspektif yang komprehensif, apalagi bila dikaitkan dengan sosial-budaya. Ada dua hal penting yang berkaitan antara komunikasi dengan hakikat kemanusiaan; pertama, komunikasi sangat esensial bagi pertumbuhan kepribadian manusia; kedua, komunikasi sangat erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia.
Bila dikaji lebih jauh lagi, dua hal di atas akan sangat berpengaruh (signifikan) terhadap perkembangan dan kesadaran suatu kelompok masyarakat, sebab pada hakikatnya individu dengan masyarakat itu tidak bisa dipisahkan. Menurut Al-Syahid Murtadha Muthahari, masyarakat itu homogen. Beliau menyatakan bahwa sudah fitrahnya manusia untuk hidup bermasyarakat sehingga secara naluriah manusia pasti bermasyarakat dimanapun kapanpun. Oleh sebab itu pada hakikatnya manusia itu satu, tidak ada pengkutuban / perbedaan di dalamnya. Manusia merupakan spesies tunggal, maka masyarakat-masyarakat manusia pun mempunyai sifat, wujud, dan hakikat yang sama. Pluralisme yang ada, menurutnya karena kesalahan dalam memandang masyarakat dan manusia sebagai suatu bentuk duniawi an sich. Padahal menurutnya, Al-Qur’an pun sudah memberitakan bahwa pada dasarnya agama yang diturunkan Allah kepada banyak nabi dan masyarakat adalah tetap satu tidak berubah-ubah (QS. 42;13) yang berbeda hanya terletak pada aturan-aturan tertentu. Sehingga agama yang satu itu baru bisa dijalankan oleh manusia yang satu sebagai spesies tunggal. Individu itu adalah unsur pembentuk masyarakat, maka masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang satu itu pada hakikatnya merupakan satu spesies tunggal. Masyarakat manusia sebagai suatu entitas objektif, mencerminkan suatu spesies tunggal, bukan spesies kemajemukan jenis. (Muthahhari, 1985;47-49). Jadi, peran komunikasi dalam pembentukan/pertumbuhan kepribadian manusia akan juga berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian masyarakat itu sendiri. Selain itu, perilaku dan pengelaman kesadaran manusia sebagai individu-individu yang dibangun di atas pondasi komunikasi, tentunya juga akan serta merta mempengaruhi perilaku dan kesadaran manusia sebagai warga masyarakat.

Media Massa sebagai Alat Komunikasi
Seperti sudah dipaparkan di atas, komunikasi berperan sangat banyak dalam kehidupan manusia, terutama keampuhannya dalam mempengaruhi mentalitas masyarakat. Hal itu tidak bisa disangkal lagi, apalagi pada era globalisasi sekarang ini. Komunikasi yang menurut bahasanya Laswel adalah Who Says What to Whom in Which Channel and Whit What Effect, mempunyai komponen-komponen penting di dalamnya yang tidak dapat diabaikan. Komunikator sebagai sumber informasi, pesan sebagai informasinya, komunikan sebagai penerima pesan/informasi, media sebagai alat penyampai/penghantar pesan, dan akibat sebagai respon yang diharapkan komunikator (feed back).
Selain manusia sebagai subjek dan objek dari proses komunikasi, yang tidak boleh diabaikan adalah peranan media (sarana penghantar) di dalam proses tersebut. Media komunikasi memang tidak bisa berdiri sendiri tanpa campur tangan manusia, namun keampuhannya di dalam menyampaikan pesan (message) jauh lebih efektif ketimbang si individu mencoba menampaikan informasi itu sendiri tanpa media. Oleh karena itu, posisi media baik dilihat dari aspek subjek (pelaku/komunikator) maupun proses penyebaran informasi itu serta efek yang diharapkan, sangatlah penting nilainya.
Keberadaan media komunikasi saat ini menjadi suatu kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dari manusia. Oleh sebab itu bermunculanlah berbagai sarana komunikasi yang diharapkan mampu mempercepat proses penyebaran informasi. Media massa merupakan salah satu bentuk sarana komunikasi yang paling efektif dewasa ini di dalam mensosialisasikan dan mendesiminasikan berbagai informasi ke masyarakat banyak. Media massa (cetak-elektronik) menjadi salah satu ujung tombak bagi percepatan penyebaran informasi bagi masyarakat, apalagi pada era globalisasi sekarang ini, ketika batasan-batasan dan hambatan-hambatan geografis, iklim/cuaca, dll tidak menjadi penghalang berarti bagi tersebarnya informasi ke khalayak ramai (masyarakat)
Kefektifan serta peranannya yang begitu hebat mejadikan media massa menjadi salah satu komponen penting bagi pembentukan kepribadian masyarakat, serta perilaku dan pengalaman kesadaran masyarakat. Oleh karena itu pulalah banyak kelompok masyarakat yang berupaya menjadikan media massa sebagai sarana propaganda ide, cita-cita, nilai dan norma yang mereka ingin bentuk/ciptakan.

Korelasi Media Massa dengan Perubahan Sosial
Kebanyakan literatur tentang perubahan sosial belum secara pasti dan terang mendefinisikan apa yang dimaksud dengan perubahan sosial. Banyak para ahli bersilang pendapat mengenai hal tersebut, terutama berkenaan dengan spirit yang dikandung di dalamnya. Wilbert Moore berpendapat bahwa perubahan sosial sebagai perubahan penting dari struktur sosial. Dan struktur sosial itu adalah pola-pola perilaku dan interaksi sosial. Sedangkan rober H. Lauer berpendapat bahwa perubahan sosial itu sangatlah rumit untuk dijelaskan, sebab banyak hal yang mesti dikaji terutama berkenaan dengan seluruh tingkat dan aspek kehidupan sosial, yang jelas perubahan itu sendiri pasti adanya, namun yang berbeda hanyalah tingkat perubahannya itu sendiri, ada yang lambat, ada yang cepat.
Konsepsi para ahli tentang perubahan sosial memang berbeda-beda, namun pada dasarnya mereka bersepakat bahwa perubahan di dalam struktur masyarakat itu pasti ada, dan itu terjadi ketika ada perubahan di dalam mentalitas masyarakatnya. Pada umumnya perubahan mentalitas atau struktur masyarakat pasti akan berpengaruh pada proses interaksi sosial di dalam masyarakat.
Adapun mengenai penyebab perubahan sosial masyarakat bisa bersumber pada banyak hal, yang terpenting mampu merubah pola pikir dan perilaku masyarakat di dalam melakukan interaksinya. Dan media massa merupakan salah satu sarana yang mampu menyebabkan pola pikir dan perilaku masyarakat terpengaruh atau bahkan berubah sesuai dengan pesan atau informasi yang dikandung dalam media tersebut.
Seperti dikemukakan di atas, bahwa media massa berperan aktif dan efektif di dalam menyebarluaskan informasi dari suatu kelompok ke kelompok lain, apapun alasan dan kepentingannya. Oleh sebab itu, peranan media massa dalam membawa arah bagi perubahan masyarakat tidak bisa diabaikan. Bahkan peranan media komunikasi saat ini mengalami perkembangan yang sangat cepat melampaui perkembangan mentalitas sebagian masyarakat, sehingga tidaklah mengherankan bila ada suatu komunitas masyarakat yang kurang siap menghadapi perkembangan tersebut dan mengakibatkan terjadinya krisis nilai dan norma di dalam masyarakat tersebut.
Apakah perubahan sosial masyarakat itu diharapkan atau tidak, cepat atau lambatkah perubahan tersebut, bergantung pada spirit yang dikandung oleh masyarakatnya, leader (elit) yang hadir ditengah-tengah masyarakat tersebut, serta sarana yang digunakan di dalam prosesnya. Namun, efektifitas media massa dalam proses perubahan sosial, meskipun perubahan tersebut tidak diinginkan suatu kelompok masyarakat, mampu menembus ruang dan sekat-sekat yang dibangun oleh masyarakat tadi terutama di era globalisasi ini. Media massa bagaikan mahluk ghaib yang tidak bisa dikerangkeng oleh ruang dan waktu, sehingga bisa bergerak leluasa untuk menginformasikan berbagai hal yang pada akhirnya mampu membuat mentalitas (idea) dan perilaku masyarakat terpengaruh, dan ujung-ujungnya perubahan sosial tidak bisa dielakkan lagi. Semoga saja mahluk yang namanya media massa ini berada ditangan-tangan orang-orang suci yang akan mampu membawa perubahan ke arah lebih baik sesuai dengan ajaran Illahi. Amien


Responses

  1. saya setuju dengan pendapat mas. sedikit mau menambahkan saja, bahwa ada beberapa effect dari komunikasi massa. Ini bisa di lihat dari bukunya melvin DeFluer (maap, saya lupa nama bukunya, hehehehe). di menyebutkan bahwa ada 4 teori dari komunikasi massa, antara lain:

    1. The Individual Difference Theory
    2. The Social Category Theory
    3. The Social Relationship Theory, dan
    4. The Cultural and Norms Theory.

    Terlepas dari ke empat hal di atas, saya hanya mau bertanya. Maksud dari pernyataan mas ” Semoga saja mahluk yang namanya media massa ini berada ditangan-tangan orang-orang suci yang akan mampu membawa perubahan ke arah lebih baik sesuai dengan ajaran Illahi” itu apa? bagi saya siapa pun yang memegang kekuasaan atas media itu sama saja.

  2. makasih atas tambahannya ya….jd tambah ilmu nih
    kata2 sy itu lbh ditekankan pd satu asumsi bhw media itu sarana / tools, sedang manusia usernya. dan msh byk di dunia ini org2 yg penuh dgn idealisme akan kebenaran dan keadilan sejati dari background apapun dia. jd sy optimis (tidak pesimis apalagi utopis) tentang akan adanya suatu zaman dimana org2 yg terlibat dalam dunia jurnalis tsb lbh menekankn pd aspek di atas. pemegang kuasa atas media terdiri dr org2 yg “suci” dalam pikiran, perkataan, dan perbuatannya…dan tentunya sdh bisa dipastikan dia sebenarnya menunaikan ajaran Illahi yg suci

  3. pak,,saya minta perijinan untuk mengcopy dan mempelajari blog bpak ini untuk menjadi bahan tugas saya.
    terima kasih pak…

  4. terimakasih atas uraiannya mas,
    sangat membantu saya dalam mengerjakan essai.

    keep writing.
    cheers,

    Black Desmosedici
    splashorange.blogspot.com

  5. wah wahhhh
    panjang banget cape saya bacanya
    kenapa ngga ditulis point2nya aja


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: